Senin, 27 Februari 2017

Farmakognosi : Radix

Radix (akar) merupakan salah satu organ tumbuhan yang paling penting disamping batang dan daun, bagi tumbuhan yang tumbuhnya telah merupakan kormus. Radix sendiri merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah, dengan arah tumbuh ke pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air (hidrotrop), meninggalkan udara dan cahaya.
1.      CATHARANTHI RADIX
Nama lain                            : Akar Tapak dara
Nama tanaman asal             : Catharanthus roseus (L), Vinca rosea (L), Lochnera rosea
Keluarga                              : Apocynaceae
Zat berkhasiat utama /isi     : Alkaloida: ajmalisin, serpentina, tetrahidroalstonin, vindesin, vinkristin, vinblastin
Penggunaan                         : Peluruh kemih (emenagoga), obat diabetes, obat kanker
Pemerian                             : Tidak berbau, rasa pahit
Bagian yang digunakan      : Akar
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik
2.      DERRIDIS RADIX
Nama lain                            : Akar tuba
Nama tanaman asal             : Derris elliptica
Keluarga                              : Papilionaceae (= Fabaceae)
Zat berkhasiat utama / isi    : Rotenon
Penggunaan                         : Racun panah, racun ikan, skabicid, insektisida
Pemerian                             : Bau aromatik lemah, rasa agak pahit
Bagian yang digunakan      : Akar dan potongan akar tinggal
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik
3.      ELEPHANTOPI RADIX
Nama lain                            : Akar tapak leman
Nama tanaman asal             : Elephantopus scaber
Keluarga                              : Asteraceae
Zat berkhasiat utama / isi    : Flavonoid glucosidal
Penggunaan                         : Anti demam
4.      EURYCOMAE RADIX
Nama lain                            : Akar Pasakbumi
Nama tanaaman asal           : Eurycoma longifolia (Jack)
Keluarga                              : Simarubaceae
Zat berkhasiat utama / isi    : Eurikomolakton, amaraloid, eurikomanol
Penggunaan                         : Diuretika, antipiretika dan aprodisiaka
Pemerian                             : Tidak berbau, mula-mula tidak berasa lama- lama agak pahit
Bagian yang digunakan      : Akar
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik
5.      GLYCYRRHIZAE   RADIX
Nama lain                            : Akar manis, Liquiritae Radix
Nama tanaman asal             : Glycyrrhiza glabra varietas typical, Glycyrrhiza glabra, varietas glandulifera dan jenis Glycyrrhiza lainnya
Keluarga                              : Papilionaceae
Zat berkhasiat utama / isi    : Glysirisin dengan kadar 5-10 %, yaitu garam K dan Ca dari asam glisirizat (zat ini 50 x lebih manis dari gula tebu), pati, gula, asparagin
Persyaratan kadar                : Kadar zat yang larut dalam air tidak kurang dari 20%, dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan di udara
Penggunaan                         : Antitusiva.
Akar dalam bentuk serbuk sebagai pengisi/pembalut pil
Ekstrak untuk pewangi tembakau dan campuran obat batuk
Pemerian                             : Bau khas lemah, rasa manis
Bagian yang digunakan      : Akar dan batang dibawah tanah
Waktu panen                       : Akar-akar digali tiap 3 tahun, disisakan secukupnya agar dapat dipungut pada tahun berikutnya
Jenis-jenisnya                      : Glycyrrhiza glabra varietas typical berasal dari Spanyol
Glycyrrhiza glabra varietas glandulifera berasal dari Rusia
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik
Keterangan lain                   : Yang belum dikupas berwarna coklat kekuningan atau coklat tua, berkeriput memanjang kadang – kadang terdapat tunas kecil dan daun sisik yang tersusun melingkar.
6.      IPECACUANHAE   RADIX
Nama lain                            : Akar Ipeka, akar muntah
Nama tanaman asal             : Cephaelis ipecacuanha, Cephaelis acuminate, Uragoga ipecacuanha, Psychotria ipecacuanha
Keluarga                              : Rubiaceae
Zat berkhasiat utama / isi    : Alkaloid emetina, sefaelina, psikotrina, emetina, orthomethil, sikotrina
Persyaratan kadar                : Kadar emetin 2 ,0 %
Penggunaan                         : Dalam jumlah amat kecil sebagai menambah nafsu makan, Dalam jumlah sedang sebagai diaforetika dan ekspektoransia, Dalam jumlah besar sebagai emetika
Pemerian                             : Bau lemah, rasa pahit
Bagian yang digunakan      : Akar / campuran akar / pangkal batang
Sediaan                                 :       Opii Pulvis Compositus (FI), Ipecacuanhae Pulvis (FI), Ipecacuanhae tinctur (EFI)
Waktu panen                       : Dikumpulkan pada bulan Januari, Maret, seluruh   tanaman dicabut dan dipisahk an akar – akarnya
Jenis – jenisnya                   : Ipeka Rio; diperoleh dari Cephaelis ipecacuanha. Potongan – potongan agak bengkok, warna merah bata tua sampai coklat tua, sebelah luar penebalan cincin, rapat dan   melingkar sempurna.
Ipeka Panama: diperoleh dari Cephaelis acuminata  Warna coklat keabuan atau coklat kemerahan, cincin hanya melingkar sampai tengah batang,
Ipeca Cartagena: lebih gelap dan tidak banyak buku-bukunya, warna sama dengan Ipeka Panama
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik
7.      PANACIS   RADIX
Nama lain                            : Ginseng
Nama tanaman asal             : Panax schinseng
Keluarga                              : Araliaceae
Zat berkhasiat utama / isi    : Glukosida panakuilon, minyak atsiri, damar, panaks, sapoginol
Penggunaan                         : Amara dan stimulansia
Pemerian                             : Bau lemah, rasa manis. pedas dan agak pahit
Bagian yang digunakan      : Akar
Sediaan                                 : Serbuk dan Vinum
Waktu panen                       : Dikumpulkan pada musim gugur dari tanaman yang berumur 5 – 6 tahun
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik
8.      RAUWOLFIAE SERPENTINAE RADIX
Nama lain                            : Akar Pulepandak
Nama tanaman asal             : Rauwolfia serpentina
Keluarga                              : Apocynaceae
Zat berkhasiat utama / isi    : Alkaloid – alkaloid: aymalin, aymalisina, aymalinina, serpentina, reserpina,
Persyaratan kadar               : Alkaloid sejenis reserpina, dihitung sebagai reserpina tidak kurang dari 0,15 %
Penggunaan                         : Antihipertensi dan gangguan neuropsikhiatrik
Pemerian                             : Tidak berbau, rasa pahit
Bagian yang digunakan      : Akar dan pangkal batang
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik
9.      RHEI RADIX
Nama lain                            : Kelembak
Nama tanaman asal             : Rheum palmatum, Rheum officinale dan species atau hibrida lainnya kecuali Rheum rhaponticum
Keluarga                              : Polygonaceae
Zat berkhasiat utama / isi    : Antraglukosida yang pada penguraian memberikan emodin, rhein, aloe emodin dan asam krisofanat. Terdapat pula tanin, pektin, katekhin, pati, kalsium oksalat
Penggunaan                         : Laksativa
Pemerian                             : Bau khas agak aromatik, rasa agak pahit tidak enak dan agak sepat
Bagian yang digunakan      : Pangkal batang beserta sebagian akar
Jenis – jenis                          :
  1. Kelembak Cina : kultur di Propinsi Shensi, Shansi Honan, Tshinghai di Mongolia, dipungut dari tanaman yang berumur 6 – 10 tahun, tiap tahun 2 kali panenan, pada musim semi dan musim gugur, setelah dikupas, diiris- iris melintang / membujur (menghasilkan rounds atau flats), dijemur.
  2. Kelembak Shensi: ada garis – garis kecil warna coklat kemerahan dan titik-titik jari empulur dalam parenkim yang putih
  3. Kelembak Kanton: lebih ringan dari kelembak Shensi kurang padat, lebih berserat, bau emperumatik.
  4. Kelembak Eropa: Hanya dari Hongaria, mutu rendah
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik
10.  VALERIANA   RADIX
Nama   lain                          : Akar valerian
Nama tanaman asal             : Valeriana officinalis
Keluarga                              : Valerianaceae
Zat berkhasiat utama/ isi     : Minyak atsiri yang mengandung ester borneo (ester dengan format). Alkaloida – alkaloida katinina dan valerianin, zat penyamak.
Persyaratan kadar                : Kadar minyak atsiri tidak kurang dari 0,8 %
Penggunaan                         : Sedativa
Pemerian                             : Bau khas, rasa pedas, agak pahit.
Bagian yang digunakan      : Akar cabang berikut pangkal batang dan batang dibawah tanah
Sediaan                                 :       Valerianae tinctura (FI) untuk : Beladon Digitalis
Valerianae Tinctura, Brometori Valerianae Potio
Waktu panen                       : Dikumpulkan pada waktu daun meluruh
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik
11.  VETIVERIAE   RADIX
Nama lain                            : Akar wangi, Larasetu
Nama tanaman asal            : Vetiveria zizanoides (Stapf)
Keluarga                              : Poaceae
Zat berkahasiat utama /isi   : Minyak atsiri, hars dan zat pahit
Kegunaan                            : Bahan pewangi. (dalam oleum), Diaforetika
Pemerian                             : Bau khas aromatik
Bagian yang digunakan      : Akar
Sediaan                                 : Oleum Vetiveriae
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik.

Farmakognosi : Herba



Herba merupakan tumbuhan berukuran pendek, kecil yang mempunyai batang basah karena mengandung banyak air dan tidak mempunyai kayu. Istilah herba sendiri biasanya dikaitkan dengan tumbuh-tumbuhan yang tidak berkayu atau tanaman yang bersifat perdu.  Dalam dunia pengobatan, istilah herba memiliki makna yang lebih luas, yaitu segala jenis tumbuhan beserta bagian-bagiannya yang  mengandung satu atau lebih bahan aktif yang dapat digunakan sebagai obat (therapeutic).  Misalnya mengkudu hutan (Morinda Citrifolia) yang mengandung morindin sebagai bahan anti kanker; Pegagan (Cantela Asiatica) yang mengandung asiaticoside yang berguna untuk masalah kulit dan meningkatkan kecerdasan atau IQ.


1.      ANDROGRAPHIDIS   HERBA
Nama lain                    :   Sambiloto
Nama tanaman asal    :   Andrographis paniculata (Nees)
Keluarga                      :   Acanthaceae
Zat berkhasiat utama / isi :   2 macam zat pahit yaitu suatu hablur kuning (androgon folida) yang rasanya sangat pahit) dan kalmegin (zat amorf). Minyak atsiri, alkaloida, asam kersik, damar, garam alkali.
Penggunaan             :   Tonikum, antipiretika, diuretika.
Pemerian                  :   Tidak berbau, rasa sangat pahit.
Bagian yang digunakan :   Ranting berdaun.
Penyimpanan              :   Dalam wadah tertutup baik.
2.      BELLADONNAE   HERBA
Nama lain                      :   Herba Beladon
Nama tanaman asal   :   Atropa belladonna (L) atau Atropa acuminata (Rolye ex Lindley)
Keluarga                         :   Solanaceae
Zat berkhasiat utama / isi  :    Alkaloida atropina, hiosiamina, apotropina, belladonina, nortropina, skopolamina (hiosina)
Persyaratan kadar     :   Kadar alkaloida jumlah dihitung sebagai hiosiamina tidak kurang dari 0,3 %
Penggunaan     :   Sesak nafas, nyeri, nyeri haid, parkinsonisme,
parasimpatolitik
Pemerian          :   Bau lemah, rasa agak pahit dan getir
Bagian yang digunakan :   Daun atau campuran daun dan pucuk berbunga
Sediaan :   Belladonnae Pulvis (FI), Belladonnae Tinctura (FI) untuk :  Belladon Digitalis Valeriana Tinctura, Belladonnae Extractum (FI)
Penyimpanan                 :    Dalam wadah tertutup baik
3.      CENTELLAE   HERBA
Nama lain                    :   Herba pegagan , daun kaki kuda
Nama tanaman asal    :   Centella asiatica (L) Ueban
Keluarga                      :   Apiaceae
Zat berkhasiat utama / isi   :  Campuran damar dan minyak atsiri yang disebut velarin, zat mineral (alkali sulfat) , zat penyamak, glukosida (asiatikosida)
Penggunaan              :   Diuretika, amara, tonikum, astringensia, obat sariawan.
Pemerian                :   Bau lemah , aromatik, mula-mula tidak berasa lama-lama agak pahit.
Bagian yang digunakan :   Seluruh tanaman.
Penyimpanan              :   Dalam wadah tertutup baik.
4.      EQUISETI   HERBA 
Nama lain                                    :   Greges otot, rumput betung
Nama tanaman asal                     :   Equisetum debile ( Roxb)
Keluarga                                      :   Equisetaceae
Zat berkhasiat utama / isi            :   Kalium, asam kersik, saponin
Penggunaan                                 :   Diuretika
Pemerian                                     :   Tidak berbau, tidak berasa
Bagian yang digunakan              :   Bagian tanaman diaras tanah
Penyimpanan                            :   Dalam wadah tertutup baik
5.      EPHEDRAE EQUISETINAE HERBA
Nama lain                     :   Herba Ephedra Equisetina
Nama tanaman asal     :   Ephedra equisetina, Ephedra sinica
Keluarga                       :   Ephedraceae
Zat berkhasiat utama / isi            :   0,75 – 1,0 % Ephedrina dan pseudoephedrina
Penggunaan                  :   Vasodilatansia.
Pemerian                       :   Tidak berbau dan rasa pahit
Bagian yang digunakan :   Batang dan daun
Penyimpanan              :   Dalam wadah tertutup baik.
6.      HIRTAE HERBA
Nama lain                                    :   Patikan kebo, gendong anak
Nama tanaman asal                     :   Euphorbia hirta (L)
Keluarga                                      :   Euphorbiaceae
Zat berkhasiat utama / isi            :   Alkaloida dan damar
Penggunaan                                 :   Obat batuk dan sedativa
Pemerian                                     :   Bau lemah, rasa agak pahit
Bagian yang digunakan              :   Seluruh tanaman
Penyimpanan                            : Dalam wadah tertutup baik
7.      HYOSCYAMI HERBA
Nama lain                 :   Herba hiosiami, Bisson Tobacco
Nama tanaman asal :   Hyoscyamus niger (L)
Keluarga                   :   Solanaceae
Zat berkhasiat utama / isi :   Alkaloida hiosiamina dan hiosina   ( skopolamina)
Persyaratan kadar     :   Kadar alkaloida jumlah dihitung sebagai hiosiamina tidak kurang dari 0,05 %
Penggunaan     :   Sesak nafas, nyeri, nyeri haid, parkinsonisme, penenang.parasimpatolitik, antispasmodik.
Pemerian        :   Bau khas kuat, pada penyimpanan berkurang rasa pahit dan agak getir.
Bagian yang digunakan :   Daun,campuran daun dan pucuk berbunga
Keterangan                       :
– Sediaan             :   Hyoscyami Extractum ( FI), Hyoscyami Pulvis (FI)
- Jenis – jenis               :
·         Hyoscyamus niger warna bunga kekuning- kuningan dengan urat-urat daun berwarna keunguan
·         Hyoscyamus alba berbunga putih, tetapi sifat- sifat lain sama dengan Hyoscyamus niger
·         Hyoscyamus muticus khusus dipakai untuk isolasi alkaloid
-Penyimpanan                            :   Dalam wadah tertutup baik.
8.      MENTHAE   ARVENSITIS   HERBA
Nama lain                    :   Daun poko
Nama tanaman asal   : Mentha arvensis (L) varietas Javanica
Keluarga                     :   Lamiaceae
Zat berkhasiat utama / isi :   Minyak atsiri yang mengandung mentol, damar, zat penyamak
Penggunaan               :   Karminativa, anti spasmodik, diaforetika
Pemerian                   :   Bau aromatik seperti mentol, rasa pedas dan dingin
Bagian yang digunakan :   Daun dan pucuk berbunga
Keterangan                                  :
Waktu panen    :   Tanaman mulai berbunga sampai berbunga penuh
-Cara panen     :   Dilakukan dengan memotong batang rata dengan tanah. Panenan dapat dilakukan 3 kali tiap tahun
-Penyimpanan                               :   Dalam wadah tertutup baik

9.      MENTHAE   PIPERITAE   HERBA
Nama lain                                    :   Herba pepermin
Nama tanaman asal                     :   Mentha piperita (L)
Keluarga                                      :   Lamiaceae
Zat berkhasiat utama / isi     :   Minyak atsiri yang mngandung mentol, metil asetat  dan menton
Penggunaan                            :   Karminativa
Pemerian                            :   Bau khas aromatis, rasa pedas dan sejuk.
Bagian yang digunakan           :   Daun dan pucuk berbunga
Keterangan                              :
Sediaan                              :   Oleum Menthae Piperitae (FI)
Penyimpanan                      :   Dalam wadah tertutup baik.
10.  PHYLLANTHI   HERBA
Nama lain                                    :   Meniran
Nama tanaman asal                     :   Phyllanthus niruri (L)
Keluarga                                      :   Euphorbiaceae
Zat berkhasiat utama / isi            :   Zat pahit filantin, damar, mineral, zat penyamak
Penggunaan                                 :   Diuretika
Pemerian                                     :   Bau aromatik , rasa pahit
Bagian yang digunakan              :   Semua bagian diatas tanah
Penyimpanan                            :   Dalam wadah tertutup baik
11.  SERPYLLI   HERBA
Nama lain                                    :   Herba serpili
Nama tanaman asal                     :   Thymus serpyllum (L)
Keluarga                                     :   Lamiaceae
Zat berkhasiat utama / isi      :   Minyak atsiri yang mengandung timol, karvakol, pinen terpen, alkohol dan zat pahit serpilin
Penggunaan              :   Ekspektoransia
Pemerian                   :   Bau aromatik , rasa pedas dan sejuk
Bagian yang digunakan              :   Daun dan pucuk batang
Keterangan                                  :
Penyimpanan        :   Dalam wadah tertutup baik dan terlindung cahaya.
12.  STRAMONII   HERBA
Nama lain                    :   Herba stramonii
Nama tanaman asal   :   Datura stramonium , Datura stramonium varietas tatula
Keluarga                     :   Solanaceae
Zat berkhasiat utama / isi            :   Terutama daturin (hiosiamina), skopolamina
Persyaratan kadar     :    Hiosiamina tidak kurang dari 0,25 %
Penggunaan     :   Sesak nafas, nyeri, nyeri haid, parkinsonisme,
Pemerian          :   Bau tidak enak , rasa pahit
Bagian yang digunakan              :   Daun dan pucuk berbunga
Penyimpanan                            :   Dalam wadah tertutup baik
13.  THYMI   HERBA
Nama lain                                  :   Herba timi
Nama tanaman asal                     :   Thymus vulgaris (L)
Keluarga                                      :   Lamiaceae
Zat berkhasiat utama / isi            :   Minyak atsiri yang mengandung timol, terdapat pula karvakol, pinen, linalool dan bornil asetat
Persyaratan kadar     :   Kadar minyak atsiri tidak kurang dari 1,0 % v/b
Penggunaan              :   Obat batuk (ekspektoransia)
Pemerian                  :   Bau aromatik, rasa pedas, sejuk
Bagian yang digunakan              :   Pucuk berbunga dan daun
Keterangan                                  :
-Sediaan             :   Thymi Extractum (Form Nas), Sirupus ThymiSirupus Thymi Bromatus
Penyimpanan   :   Dalam wadah tertutup baik, terlindung cahaya




















Farmakognosi : Rhizoma

      Rhizoma diambil dari bahasa latin merupakan modifikasi batang tumbuhan yang tumbuhnya menjalar di bawah permukaan tanah dan dapat menghasilkan tunas dan akar baru dari ruas-ruasnya. Suku temu-temuan (Zingiberaceae) dan paku-pakuan (Pteridophyta) merupakan contoh yang biasa dipakai untuk kelompok tumbuhan yang memiliki organ ini.
Rizoma biasanya memiliki fungsi tambahan selain fungsi pokok seperti batang. Yang paling umum adalah menjadi tempat penyimpanan produk metabolisme (metabolit) tertentu. Rimpang menyimpan banyak minyak atsiri dan alkaloid yang berkhasiat pengobatan. Rizoma yang membesar dan menjadi penyimpanan cadangan makanan (biasanya dalam bentuk pati) dinamakan tuber (umbi batang).
Geragih (stolon) juga merupakan modifikasi batang sebagaimana rizoma. Berbeda dengan rizoma, stolon menjalar di sekitar permukaan tanah.

1.     BOESENBERGIAE RHIZOMA

Nama lain                           : Temu kunci
Nama tanaman asal             : Boesenbergia pandurata (Roxb) sehleaht
Keluarga                              : Zingiberaceae
Zat berkhasiat utama/isi      : Minyak atsiri, damar, pati
Penggunaan                         : Antidiare
Pemerian                             : Bau khas aromatik, rasa agak pahit menimbulkan rasa agak tebal
Bagian yang digunakan      : Kepingan-kepingan akar tinggal
Waktu panen                       : Dilakukan pada umur 1 tahun
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

2.     CALAMI RHIZOMA

Nama lain                           : Dringo, Jaringau, Calamus, Sweetflag
Nama tanaman asal             : Acorus calamus (L)
Keluarga                              : Araceae
Zat berkhasiat utama/isi      : Minyak atsiri mengandung egenol. asaron. asaril aldehid. Zat pahit akorin, zat penyamak, pati, akoretin, tannin. Kadar minyak atsiri tidak kurang dari 2,5 % v/b
Penggunaan                         : Bahan pewangi, karminativa, insektisida,demam nifas
Pemerian                             : Bau khas aromatik, rasa pahit, agak pedas.
Bagian yang digunakan      : Akar tinggal
Waktu panen                       : Dikumpulkan pada waktu daun mulai kering, dibersihkan dari semua bagian tanaman lain,tetapi tidak dikupas, biasanya diperoleh dari tanaman berumur 1 tahun. Bila panenan dilakukan kurang dari 1 tahun hasilnya berkurang, dan bila lebih dari 1 tahun hasilnya masih dapat ditingkatkan.
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

3.     CURCUMAE RHIZOMA

Nama lain                           : Temu lawak, Koneng gede
Nama tanaman asal             : Curcuma xanthorrhiza (Roxb)
Keluarga                              : Zingiberaceae
Zat berkhasiat utama/isi      : Minyak atsiri yang mengandung felandren dan tumerol, zat warna kurkumin, pati. Kadar minyak atsiri tidak kurang dari       8,2 % b/v
Penggunaan                         : Kolagoga, antispasmodika
Pemerian                             : Bau khas aromatik, rasa tajam dan pahit
Bagian yang digunakan      : Kepingan akar tinggal
Waktu panen                       : Panenan dilakukan apabila daun dan bagian diatas yang sudah mengering. Untuk daerah yang musim kemaraunya jelas penanamannya dilakukan pada musim kemarau berikutnya.
Di daerah yang banyak dan merata curah hujannya dan tidak jelas musim kemaraunya tanaman dapat dipanen pada umur 9 bulan atau lebih. Cara panen dilakukan dengan membongkar rimpang menggunakan garpu
Syarat Temulawak kering untuk ekspor sebagai berikut:
Warna            : Kuning jingga sampai coklat
Aroma             : Khas wangi aromatik
Rasa                : Pahit, agak pedas
Kelembaban    : Maksimum 12 %
Abu                 : 3 – 7 %
Pasir                : 1 %
Kadar minyak atsiri : minimal 5 %
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

4.     CURCUMAE AERUGINOSAE RHIZOMA

Nama lain                           : Temu hitam
Nama tanaman asal             : Curcuma aeruginosa (Roxb)
Keluarga                              : Zingiberaceae
Zat berkhasiat utama/isi      : Minyak atsiri, pati, damar, lemak
Persyaratan kadar                : Minyak atsiri tidak kurang dari 0,3 %
Penggunaan                         : Bagian dari jamu, antirematik, karminativa
Pemerian                             : Bau aromatik lemah, rasa sangat pahit, lama – lama menimbulkan rasa tebal
Bagian yang digunakan      : Kepingan – kepingan akar tinggal yang dikeringkan
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

5.     CURCUMAE   HEYNEANAE RHIZOMA

Nama lain                           : Rimpang temu giring
Nama tanaman asal             : Curcuma heyneana (Val)
Keluarga                              : Zingiberaceae
Zat berkhasiat utama/isi      : Minyak atsiri, tanin. kurkumin
Persyaratan kadar                : Minyak atsiri tidak kurang dari 1,5 %
Penggunaan                         : Antiseptika kulit
Pemerian                             : Bau khas, rasa pahit, agak pedas, lama – lama rasa tebal
Bagian yang digunakan      : Rimpang
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

6.     CURCUMAE DOMESTICAE RHIZOMA

Nama lain                           : Kunyit, kunir
Nama tanaman asal             : Curcuma domestica (Val)
Keluarga                              : Zingiberaceae
Zat berkhasiat utama/isi      : Minyak atsiri, zat warna kurkumin, pati, damar
Penggunaan                         : Karminativa, antidiare, kolagoga, skabisida
Pemerian                             : Bau khas aromatik, agak pedas, lama –lama menjadi tebal
Bagian yang digunakan      : Akar tinggal
Waktu panen                       : Dilakukan pada waktu berumur 1 tahun atau lebih dari waktu tanam
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

7.     CYPERI RHIZOMA

Nama lain                            : Rimpang teki, teki
Nama tanaman asal             : Cyperus rotundus L
Keluarga                              : Cyperaceae
Zat berkhasiat utama/isi      : Minyak atsiri, alkaloida, glikosida, flavonoida
Penggunaan                         : Diuretika, stomakika
Pemerian                             : Bau khas aromatik, rasa agak pedas kemudian pahit, menimbulkan rasa tebal di lidah
Bagian yang digunakan      : Rimpang
Waktu panen                       : Dapat diambil setiap saat , setelah umbi yang ditanam akan mengeluarkan umbi baru dalam jangka waktu 3 minggu untuk kemudian akan tumbuh menjadi + / – 146 umbi dalam jangka waktu 3,5 bulan
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

8.     IMPERATAE   RHIZOMA

Nama lain                           : Akar alang- alang
Nama tanaman asal             : Imperata cylindrica (Beauv)
Keluarga                              : Poaceae
Zat berkhasiat utama/isi      : Asam kersik, damar, logam alkali
Penggunaan                         : Diuretika, Antipiretika
Pemerian                             : Tidak berbau dan tidak berasa
Bagian yang digunakan      : Akar tinggal
Jenis- jenis                           : Dikenal 5 varietas:
– Varietas mayor ( Nees )
– Varietas latifolia ( Hook.f )
– Varietas africana ( Anders )
– Varietas europea (Anders)
– Varietas condensata
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

9.     KAEMPFERIAE RHIZOMA

Nama lain                           : Kencur
Nama tanaman asal             : Kaempferia galanga (L)
Keluarga                              : Zingiberaceae
Zat berkhasiat utama/isi      : Alkaloida, minyak atsiri yang mengandung sineol dan kamferin, mineral dan pati
Penggunaan                         : Ekspektoransia, diaforetika, karminativa, stimulansia, roboransia
Pemerian                             : Bau khas aromatik, rasa pedas, hangat, agak pahit, akhirnya menimbulkan rasa pedas
Bagian yang digunakan      : Akar tinggal
Waktu panen                       : Pada umur 1 tahun
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

10.                        LANGUATIS   RHIZOMA
Nama lain                           : Laos, Lengkuas, Galanga Rhizoma
Nama tanaman asal             : Alpina officinarum (Hance), Alpinia galanga(L), Languas galanga (L)
Keluarga                              : Zingiberaceae
Zat berkhasiat utama/isi      : Minyak atsiri yang mengandung; metilsinamat, sineol, kamfer dan galangol
Penggunaan                         : Bumbu, karminativa, antifungi
Pemerian                             : Bau aromatik, rasa pedas
Bagian yang digunakan      : Akar tinggal
Waktu panen                       : Pada umur 2,5 – 4 bulan, agar diperoleh rimpang muda yang belum banyak berserat. Cara panen dilakukan dengan mencabut tanaman, rimpang dipisahkan dari batang kemudian dicuci dan dikeringkan.
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik    
11.                        ZINGIBERIS RHIZOMA
Nama lain                           : Jahe
Nama tanaman asal             : Zingiber officinale (Roscoe)
Keluarga                              : Zingiberaceae
Zat berkhasiat utama/isi      : Pati, damar, oleo resin, gingerin, minyak atsiri yang mengandung zingeron, zingiberol, zingiberin, borneol, kamfer, sineol dan felandren
Penggunaan                         : Karminativa, stimulansia, diaforetika
Pemerian                             : Bau aromatik, rasa pedas
Bagian yang digunakan      : Akar tinggal yang sebagian kulitnya telah dikupas
Waktu panen                       : Panenan dapat dilakukan pada umur 9 – 12 bulan setelah tanam. Panenan pada umur 6 bulan dapat dilakukan untuk mendapatkan rimpang muda, kurang berserat, yang umumnya dipakai membuat manisan dan keperluan bumbu dapur. Panen pada umur 9 – 12 bulan dilakukan bila tanaman mulai mengering seluruhnya sampai sudah rebah rumpun-rumpunnya
Jenis – jenis                               :
Berdasarkan bentuk            :
  1. Jahe putih besar, rimpangnya lebih besar dan ruas rimpangnya lebih menggembung.
  2. Jahe putih kecil, ruasnya kecil agak rata sampai sedikit menggembung.
  3. Jahe merah, rimpangnya berwarna merah dan lebih kecil dari jahe putih kecil
Berdasarkan pengolahan     :
  1. Jahe segar yang direndam dalam air mendidih, kemudian dikeringkan cepat- cepat disebut Jahe hitam (Black ginger)
  2. Jahe segar yang dicuci secara hati – hati dikupas lapisan gabus dan dicuci berulang – ulang dan dikelantang, Jika dimaserasi dengan air kapur akan nampak putih karena lapisan kapurnya dan disebut Jahe putih (White ginger).
  3. Jahe segar atau yang dikeringkan tanpa pengolahan khusus dan dipakai untuk bumbu masak disebut Jahe hijau (Green ginger)
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik
12.                        ZINGIBERIS AROMATICAE RHIZOMA
Nama lain                           : Lempuyang wangi
Nama tanaman asal             : Zingiber aromatica (Val)
Keluarga                              : Zingiberaceae
Zat berkhasiat utama/isi      : Minyak atsiri yang mengandung zerumbon bumolen, limonen
Penggunaan                         : Karminativa, stomakika
Pemerian                             : Bau aromatik, rasa pahit
Bagian yang digunakan      : Akar tinggal
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik
13.                        ZINGIBERIS   LITTORALIS   RHIZOMA
Nama lain                           : Lempuyang pahit
Nama tanaman asal             : Zingiber littorale (Val)
Keluarga                              : Zingiberaceae
Zat berkhasiat utama/isi      : Minyak atsiri dengan komponen utama Seskuiterpenketon
Penggunaan                         : Stomakik
Pemerian                             : Bau aromatik khas, rasa pahit
Bagian yang digunakan      : Akar tinggal
Keterangan                          : Mempunyai ukuran rimpang yang paling kecil, hampir   menyerupai jahe. Rimpang muda dapat dimakan sebagai lalap
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik
14.                        ZINGIBERIS PURPUREI RHIZOMA
Nama lain                           : Cassumunar Rhizoma, Bengle
Nama tanaman asal             : Zingiber cassumunar (Roxb), disebut juga Zingiber purpureum (Roxb)
Keluarga                              : Zingiberaceae
Zat berkhasiat utama/isi      : Minyak atsiri mengandung sineol; Damar lunak yang pahit, albuminoid
Penggunaan                         : Karminativa, menghangatkan badan
Pemerian                             : Bau aromatik khas, rasa agak pahit dan agak pedas
Bagian yang digunakan      : Akar tinggal
Waktu panen                       : Setelah tanaman berumur 1 tahun
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik
15.                        ZINGIBERIS   ZERUMBETI   RHIZOMA
Nama lain                           : Lempuyang gajah
Nama tanaman asal             : Zingiber zerumbet (Sm)
Keluarga                              : Zingiberaceae
Zat berkhasiat utama/isi      : Minyak atsiri yang mengandung zerumbon, Sineol, pinen, kariofilen, kamfer
Penggunaan                         : Karminativa, stomakik
Pemerian                             : Bau aromatik, rasa pedas mirip mentol, agak pahit.
Bagian yang digunakan      : Akar tinggal
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik